Showing posts with label Fiqih. Show all posts
Showing posts with label Fiqih. Show all posts

Wednesday, June 3, 2015

oleh:

Abdul Jalaluddin, Fahrul Rozi, Bani Agung, Ahmad Faisal Amir, Hikmah nur’aini

 

BAB III

URAIAN NASKAH DAN SUNTINGAN NASKAH

A. Deskripsi Naskah

1. Judul Naskah                : Syarah Dua Kalimat Syahadat

2. Nomor Naskah             : 07.09.3

3. Tempat Penyimpanan : Musium Sri Baduga

4. Asal Naskah : Jawa Barat

5. Keadaan Naskah        : Secara fisik, keadaan naskah masih sangat baik,tidak ada bolongan termakan rayap atau sobekan yang membuat bagian naskah hilang, namun ada beberapa bercak noda seperti noda bekas tetesan air di beberapa lembar naskah, namun tidak mengganggu pada tulisan dalam naskah sehingga teksnya masih jelas dan masih bisa di baca, ditulis dengan dua warna tinta yaitu hitam dan merah. Beberapa kata dengan tulisan berwana merah sedikit pudar warnanya dan tidak semencolok kata-kata yang berwarna merah lainnya, namun tulisan tersebut masih dapat dibaca.

Thursday, August 1, 2013


Oleh : Amin Saefullah Muchtar

Kapan Lailatul Qadar “Jilid 2” itu terjadi?

Hadis-hadis yang berhubungan dengan “waktu terjadinya Lailatul Qadar” cukup banyak, baik dilihat dari aspek variasi sumber periwayatan maupun dari aspek variasi redaksi. Hadis-hadis itu sebagai berikut:

Hadis Pertama:

عَنْ عُقْبَةَ وَهُوَ ابْنُ حُرَيْثٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي

Dari Uqbah, yaitu bin Huraits, ia berkata, “Saya mendengar Ibnu Umar Ra. Berkata, ‘Rasulullah saw.
bersabda,"Carilah ia pada sepuluh terakhir (Ramadhan), yakni Lailatul Qadar. Maka jika salah seorang dari
kalian tidak sempat atau tidak mampu, maka jangan sampai terlewatkan tujuh malam terakhir’." (HR. Muslim,Shahih Muslim, II:823, No. hadis 1165; Ibnu Khuzaimah, Shahih Ibnu Khuzaimah, III:327,
No. hadis 2183 )

Tuesday, July 30, 2013


Oleh : Amin Saefullah Muchtar
Makna Kedua: Lailatul Qadar Pada Setiap Bulan Ramadan

Dalam makna kedua,  Lailatul Qadar adalah salah satu malam yang terjadi pada setiap bulan Ramadhan. Pemaknaan ini kita peroleh dari jawaban Nabi terhadap pertanyaan yang diajukan oleh seseorang.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ : سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنَا أَسْمَعُ عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ فَقَالَ : هِىَ فِى كُلِّ رَمَضَانَ

Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, “Rasulullah saw. ditanya, tentang Lailatul Qadar dan aku mendengarnya. Beliau bersabda, ‘Ia (Lailatul Qadar itu) ada pada tiap bulan Ramadhan.” HR. Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, II:53, No. 1387; Al-Baihaqi, As-Sunan al-Kubra, IV:307, No. 8309; Ath-Thahawi, Syarh Ma’ani al-Atsar, III:84

Monday, July 29, 2013


oleh : Amin Saefullah Muchtar

Sebagaimana yang kita yakini bahwa bulan Ramadhan memiliki sekian banyak keistimewaan, salah satu di antaranya terdapat lailatul qadar, suatu malam yang dinilai oleh Al-Quran dan Sunah sebagai “malam yang lebih baik dari seribu bulan”. Nabi saw. bersabda:
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا قَدْ حُرِمَ
Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Ketika datang bulan Ramadhan Rasulullah saw. bersabda, ‘Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, padanya Allah mewajibkan kalian shaum, padanya pintu-pintu surga dibuka lebar dan pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan Ramadhan ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, dan barangsiapa tidak mendapati malam itu maka ia telah kehilangan pahala seribu bulan." HR. Ahmad, Musnad Ahmad, II:425, No. 9493; Ibnu Abu Syaibah, al-Mushannaf, II:270, No. 8867; Abd bin Humaid, Musnad Abd bin Humaid, I:418, No. 1429; Ishaq bin Rahawaih, Musnad Ishaq bin Rahawaih, I:73, No. 1

Sunday, July 28, 2013




Oleh : Amin Muchtar
Surat-surat Pasca al-'Alaq 

Setelah turun surat Al-'Alaq: 1-5 atau jauh sebelum turun surat Al-'Alaq: 6-19, diturunkan lagi beberapa surat. Ibnu Abas berkata:
 
وَكَانَ أَوَّلُ مَا أُنْزِلَ مِنَ الْقُرْآنِ : اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ثُمَّ ن وَالْقَلَمِ ، ثُمَّ يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ ، ثُمَّ يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ، ثُمَّ الْفَاتِحَة... ثُمَّ وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ
“Yang pertama diturunkan dari Al-Quran ialah (No. 1) iqra’ bismirabbikalladzi khalaq (QS. Al-'Alaq: 1-5), kemudian (No.2) surat al-Qalam, lalu (No.3) surat Al-Muzammil, kemudian (No.4) surat al-Mudattsir, lalu (No. 5) surat al-Fatihah…(Ibnu Abas menyebutkan satu persatu sebanyak  80 surat lainnya). Kemudian terakhir (No. 86) surat al-Muthaffifin.” Setelah itu Ibnu Abas berkata:

Thursday, July 25, 2013


Oleh : Amin Saefullah Muchtar

Sikap Nabi saw. Terhadap Nuzulul Quran: Periode Mekah

Di awal (Bagian I) sudah disebutkan bahwa Al-Quran diturunkan kepada Nabi saw. itu secara berangsur-angsur:

Pertama, ketika hidup di Mekah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari, terhitung sejak tanggal 17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahiran Nabi atau bertepatan dengan 6 Agustus 610 M, hingga 1 Rabi’ul Awwal tahun ke-54 dari tahun kelahirannya. (Lihat, Mawshu’ah al-Qur’aniyyah, I:326)
Berdasarkan keterangan Ibnu Abas, pada periode ini turun 86 surat atau sekitar 4.780 ayat, dan turunnya bukan hanya di bulan Ramadhan. (Lihat, Fadha’il al-Qur’an, II:200, No. 813; Al-Itqan fii Ulum al-Qur’an, I:26; Al-Burhan fii Ulum al-Qur’an, I:193)


Oleh : Amin Saefullah Muchtar
Tanggal 21 Ramadhan

Ada yang berpendapat bahwa Nuzulul Quran itu terjadi pada tanggal 21 Ramadhan. Pendapat "21 Ramadhan" menurut sebagian kalangan dipilih oleh Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuriy. Beliau menjelaskan bahwa memang ada perbedaan pendapat di antara pakar sejarah tentang kapan awal mula turunnya wahyu, yaitu turunnya surat Al-Alaq: 1-5, dan beliau menguatkan pendapat yang menyatakan pada tanggal 21 Ramadhan. Beliau mengatakan:





Oleh : Amin Saefullah Muchtar
Kapan Terjadinya Nuzulul Quran? 

Mayoritas kaum muslimin di Indonesia tentu akan menjawab tanggal 17 Ramadhan. Jika pertanyaan itu dilanjutkan, mengapa 17 Ramadhan? Jawabannya belum tentu diketahui oleh mayoritas kaum muslimin di Indonesia. 

Sejauh pengetahuan kami, gagasan ini berawal dari Ibnu Ishaq (w. 150 H), seorang pakar tarikh Islam. Ia menyatakan bahwa ayat Al-Quran pertama kali turun adalah pada tanggal 17 Ramadhan. Pendapat ini didasarkan pada firman Allah:



Oleh:  Amin Saefullah Muchtar

Sebagaimana yang kita yakini bahwa Al-Quran merupakan kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhamad saw. melalui Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya. Allah berfirman: 

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ

“dan Sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. As-Syu’ara:192-195)

Saturday, October 6, 2012


Setiap manusia pasti akan menemui ajalnya, itu merupakan  kepastian yang tidak bisa ditolak, dan dengan mengingatnya akan membuat seseorang bersemangat untuk meningkatkan kualitas ilmu dan amalnya,  bahkan Alloh memperingatkan  seseorang yang  kufur kepadanya dengan kematian, firman Alloh :

Total Pageviews