Showing posts with label Tauhid. Show all posts
Showing posts with label Tauhid. Show all posts

Wednesday, March 29, 2017

Darwin_monkey_cartoon

Teori evolusi darwin menganggap Bahwa manusia adalah hasil dari proses perubahan secara perlahan yang terjadi selama berjuta-juta tahun dari makhluk-makhluk yang sederhana ke makhluk paling kompleks. Mula mula di dunia hanya ada makhluk sederhana yang hidup di air seperti plankton dansebagainya, kemudian berubah perlahan menajadi bentuk yang lebih kompleks hingga jadilah manusaia. Teori ini ia tulis dalam bukunya yang Fenomenal berjudul “The Origin of species”.

Wednesday, June 3, 2015

oleh:

Abdul Jalaluddin, Fahrul Rozi, Bani Agung, Ahmad Faisal Amir, Hikmah nur’aini

 

BAB III

URAIAN NASKAH DAN SUNTINGAN NASKAH

A. Deskripsi Naskah

1. Judul Naskah                : Syarah Dua Kalimat Syahadat

2. Nomor Naskah             : 07.09.3

3. Tempat Penyimpanan : Musium Sri Baduga

4. Asal Naskah : Jawa Barat

5. Keadaan Naskah        : Secara fisik, keadaan naskah masih sangat baik,tidak ada bolongan termakan rayap atau sobekan yang membuat bagian naskah hilang, namun ada beberapa bercak noda seperti noda bekas tetesan air di beberapa lembar naskah, namun tidak mengganggu pada tulisan dalam naskah sehingga teksnya masih jelas dan masih bisa di baca, ditulis dengan dua warna tinta yaitu hitam dan merah. Beberapa kata dengan tulisan berwana merah sedikit pudar warnanya dan tidak semencolok kata-kata yang berwarna merah lainnya, namun tulisan tersebut masih dapat dibaca.

Saturday, November 16, 2013



(Kedudukan Hadis-Hadis Imam Mahdi)

Oleh : Amin Saefullah Muchtar
7 Agustus 2010 pukul 9:01
Pertanyaan

إِعْلَمُوا أَيُّهَا اْلإِخْوَانُ إِنَنَا قَدْ نَجَوْنَا مِنْ أَيْدِي الضَّالِمِينَ فِي ضِلِّ دَوْلَةِ هذِهِ الْمَلَيْكَةِ
“Ketahuilah wahai saudara-saudara, sesungguhnya kita telah terselamatkan dari tangan orang-orang yang zalim di bawah naungan kerajaan perempuan ini (yaitu Queen Victoria), ratu Ingris tahun 1819-1901”

Thursday, December 27, 2012



FANATIK! Sudah kenyang telinga kita mendengar kata itu. Itu bukan lagi hal yang menggelitik. Tak sekedar kritik. Namun menjadi sidang penghakiman sebuah ‘kejahatan’ bernama ghirah. Fanatik menjadi ketok vonis untuk menyudutkan umat Islam.  Nabi dihina, kita marah, dicap fanatik. Ada pemurtadan ditengah saudara-saudara seiman, tak boleh kita bersuara. Bersuara berarti fanatik. Malah kata Buya Hamka, ada yang berani berkata, “jangan disebut-sebut juga hukum Islam itu disini, negeri ini bukan negeri Islam. Negeri ini negeri Pancasila.” Kalau sebut-sebut hukum Islam, itu juga fanatik.   Semburan tuduhan fanatik itu bukan barang baru. Itu lagu usang yang diputar berulang-ulang. Tuduhan fanatik, kata KH Wahid Hasyim dalam “Mengapa Saya Memilih NU?” (1985),

Total Pageviews