1984 adalah ‘ammul huzn-nya Umat Islam Indonesia. Ratusan Warga Tanjung Priok dibantai hingga darah merah membasahi jalanan. Darah kaum muslimin yang datang bukan hanya dari Jakarta tumpah begitu saja gara-terpancing umpan Musuh yang licik. Berikut ini adalah paparan singkat M. Sembodo dalam buku : Peter Beek, CIA dan Freemason (Cet. Galan 2009)
Peristiwa kelabu tersebut bermula pada pagi 7 September 1984. Pagi itu, Sersan Satu Hermanu, anggota Babinsa Koja Selatan, Jakarta Utara, meminta agar poster yang tertempel di Mushala As-Saadah dicopot. Permintaan tersebut tidak digubris warga. Pada keesokan paginya, Hermanu datang lagi. Kali ini ia tidak meminta warga untuk mencopot, tetapi ia sendiri yang mencopotnya. Beberapa saksi mata melihat Hermanu mencelupkan koran ke air got. Koran tersebut ia gunakan untuk melepas poster.